Adika fajar isn’t the most popular kid in school. Or the brightest. Or the most athletic.

Prosedur pemilihan dan perangkat evaluasi calon pasangan hidup (absurd mode:ON)

May 31, 2008 · 2 Comments

Si coklat keren udah laku, sarana transportasi yang setia nemenin selama dua tahun itu akhirnya harus diserahkan ke pemilik barunya. Sedih…

Oke, mari ke pembahasan utama.

Dalam sebuah buku yang ditulis, Kotler mengemukakan suatu metode kritis terkait dengan problem memilih partner yang dapat memberikan saran yang sesuai untuk kemajuan (bisnis) dan termasuk juga membantu mengimplementasikan saran tersebut. Cara yang tepat untuk menemukan seorang partner terbaik adalah menanyakan kepada seluruh kandidat partner sebuah pertanyaan dangkal: “Jam berapa sekarang?

Jika partner pertama menjawab: ” Sekarang tepat jam 08.45 lebih 15 detik”. Kalau yang anda inginkan dari seorang partner adalah analisa komprehensif yang berisikan fakta-fakta yang akurat, pilihlah partner itu.

Jika partner kedua menjawab: “Anda inginnya sekarang jam berapa?”. Jika yang anda cari adalah pembuktian yang sebenarnya hanya menguatkan hal-hal yang sudah anda kerjakan sebelumnya, dan bukannya sebuah saran dan kritik obyektif, maka orang ini adalah orang yang
tepat.

Jika partner ketiga menjawab: “Mengapa anda ingin tahu sekarang jam berapa?” Pilihlah partner ini jika yang kita inginkan adalah hasil pemikiran yang orisinil, seperti kemampuan mendefinisikan pokok masalah dengan lebih teliti dan hati-hati.

Ok, sekarang kita analogikan bahwa kandidat partner adalah para kandidat calon pasangan hidup. Secara fungsional sama, hadir untuk menemani perjalanan hidup, memberi kritik secara obyektif dan loyal terhadap kesepakatan yang telah dibuat.

Untuk memilih calon pasangan hidup yang tepat, berlakulah seolah tidak tahu apa-apa mengenai si do’i, hilangkan semua rumor, hilangkan semua persepsi dan asumsi yang sudah muncul lebih dahulu di pikiran kita. Intinya bersihkan otak dari persepsi, simpan dulu gejolak cinta dan datarkan emosi, untuk proses ini kekuatan logika akan lebih diperlukan.

Selanjutnya ajukan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya mendasar sekali. Misal: “Seberapa enak mi goreng buatanku, sayang?

Jika pacar 1 menjawab: “Mi goreng buatanmu adalah Indomie goreng keluaran pabrik Indofood yang memiliki konsistensi kualitas, dan juga rasa yang terstandarisasi. Untuk produk massal seperti ini aku tidak mengharapkan sesuatu keunikan rasa yang spesial karena kegiatan konsumsi produk ini sudah kulakukan sejak lama, bahkan sebelum berpacaran denganmu”. Jika calon pasangan hidup yang kamu inginkan adalah seorang yang bisa memberikan arah dan pemahaman tentang hidup berdasarkan fakta-fakta yang akurat dan berdasarkan pengalaman hidup yang kaya makna, nikahilah orang ini.

Jika pacar 2 menjawab: “Masakan yang kamu buat selalu enak, sayang. Jika yang anda cari adalah seseorang yang selalu berusaha mendorong dan menguatkan hal-hal yang anda sudah kerjakan sebelumnya, pilih orang ini sebagai pasangan hidup anda.

Jika pacar 3 menjawab: “Kok kamu nanya-nanya kayak gitu sich??”. Pilihlah orang ini, segera nikahi! jika yang anda inginkan adalah pasangan hidup yang memiliki pemikiran-pemikiran yang orisinil dan memiliki kemampuan mendefinisikan pokok permasalahan dari sisi lain, memberikan gambaran obyektif dan analisis yang lebih hati-hati.

http://www.inijie.com/wp-content/uploads/2007/10/glorious_indomie.JPG

Bagaimana menurut kalian?
silahkan uji teori ini dan gunakan metode yang telah diterangkan sebelumnya ke pacar kalian, saya sih belum punya pacar sehingga hanya bisa berteori saja sejauh ini. He he heh.

Categories: Uncategorized



2 responses so far ↓

Leave a Comment