Entries from May 2008
Si coklat keren udah laku, sarana transportasi yang setia nemenin selama dua tahun itu akhirnya harus diserahkan ke pemilik barunya. Sedih…
Oke, mari ke pembahasan utama.
Dalam sebuah buku yang ditulis, Kotler mengemukakan suatu metode kritis terkait dengan problem memilih partner yang dapat memberikan saran yang sesuai untuk kemajuan (bisnis) dan termasuk juga membantu mengimplementasikan saran tersebut. Cara yang tepat untuk menemukan seorang partner terbaik adalah menanyakan kepada seluruh kandidat partner sebuah pertanyaan dangkal: “Jam berapa sekarang?”
Jika partner pertama menjawab: ” Sekarang tepat jam 08.45 lebih 15 detik”. Kalau yang anda inginkan dari seorang partner adalah analisa komprehensif yang berisikan fakta-fakta yang akurat, pilihlah partner itu.
Jika partner kedua menjawab: “Anda inginnya sekarang jam berapa?”. Jika yang anda cari adalah pembuktian yang sebenarnya hanya menguatkan hal-hal yang sudah anda kerjakan sebelumnya, dan bukannya sebuah saran dan kritik obyektif, maka orang ini adalah orang yang
tepat.
Jika partner ketiga menjawab: “Mengapa anda ingin tahu sekarang jam berapa?” Pilihlah partner ini jika yang kita inginkan adalah hasil pemikiran yang orisinil, seperti kemampuan mendefinisikan pokok masalah dengan lebih teliti dan hati-hati.
Ok, sekarang kita analogikan bahwa kandidat partner adalah para kandidat calon pasangan hidup. Secara fungsional sama, hadir untuk menemani perjalanan hidup, memberi kritik secara obyektif dan loyal terhadap kesepakatan yang telah dibuat.
Untuk memilih calon pasangan hidup yang tepat, berlakulah seolah tidak tahu apa-apa mengenai si do’i, hilangkan semua rumor, hilangkan semua persepsi dan asumsi yang sudah muncul lebih dahulu di pikiran kita. Intinya bersihkan otak dari persepsi, simpan dulu gejolak cinta dan datarkan emosi, untuk proses ini kekuatan logika akan lebih diperlukan.
Selanjutnya ajukan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya mendasar sekali. Misal: “Seberapa enak mi goreng buatanku, sayang?”
Jika pacar 1 menjawab: “Mi goreng buatanmu adalah Indomie goreng keluaran pabrik Indofood yang memiliki konsistensi kualitas, dan juga rasa yang terstandarisasi. Untuk produk massal seperti ini aku tidak mengharapkan sesuatu keunikan rasa yang spesial karena kegiatan konsumsi produk ini sudah kulakukan sejak lama, bahkan sebelum berpacaran denganmu”. Jika calon pasangan hidup yang kamu inginkan adalah seorang yang bisa memberikan arah dan pemahaman tentang hidup berdasarkan fakta-fakta yang akurat dan berdasarkan pengalaman hidup yang kaya makna, nikahilah orang ini.
Jika pacar 2 menjawab: “Masakan yang kamu buat selalu enak, sayang”. Jika yang anda cari adalah seseorang yang selalu berusaha mendorong dan menguatkan hal-hal yang anda sudah kerjakan sebelumnya, pilih orang ini sebagai pasangan hidup anda.
Jika pacar 3 menjawab: “Kok kamu nanya-nanya kayak gitu sich??”. Pilihlah orang ini, segera nikahi! jika yang anda inginkan adalah pasangan hidup yang memiliki pemikiran-pemikiran yang orisinil dan memiliki kemampuan mendefinisikan pokok permasalahan dari sisi lain, memberikan gambaran obyektif dan analisis yang lebih hati-hati.

Bagaimana menurut kalian?
silahkan uji teori ini dan gunakan metode yang telah diterangkan sebelumnya ke pacar kalian, saya sih belum punya pacar sehingga hanya bisa berteori saja sejauh ini. He he heh.
Tags: Uncategorized
Kebangkitan bangsa, perubahan nasib ke arah lebih baik. Sebuah upaya yang tidak mudah. Sangat sistematis, coba baca saja strategic plan Indonesia 2030. Baca saja, konsepnya bagus tuh. Sangat terstruktur dan logis, hingga muncul pertanyaan: Konsultan mana yang dapat order untuk menyusun?
Perencanaan strategis sebagus apapun akan menjadi hampa jika hanya ada segelintir orang yang berkomitmen. Kunci sukses dari kebangkitan bangsa adalah adanya komitmen bersama dalam membela harkat dan martabat bangsa. Dibutuhkan pembangkit baru yang militan dan loyal, ratusan ribu bahkan berjuta-juta individu yang sangat bersimpati pada nasib negaranya dan berusaha menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik, apapun peran sosial mereka. Itu yang susah, perlu dibina dari awal, dengan mekanisme dan insentif yang tepat. Pembangkit bangsa adalah individu-individu penuh determinasi, kapabilitas tinggi, cinta tanah air dan prihatin pada nasib jelek bangsa ini yang berjalan terseok-seok. Kalo bikin perencanaan strategis saja sih gampang, tapi upaya menciptakan para pembangkit bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme jauh lebih susah.
Nasionalisme saat ini menye-menye, itu istilah saya. Jarang sekali ada tokoh yang mau bicara lantang dihadapan publik mengkritik pudarnya nasionalisme. Salah satu dari orang istimewa tersebut adalah almarhum Sophan Sophiaan. Bahkan saat diwawancarai sebelum meninggal, almarhum sempat mengkritik para pemuda-pemudi saat ini yang dengan fasihnya bisa hafal semua lagu saat ada konser musik, tapi tidak bisa mengingat lirik lagu Bagimu negeri.
Kasihani negara dan bangsa ini, mari kita berubah, mulai dari hal yang kecil saja…saya sekarang lagi mengubek-ubek google mencari lirik lagu Garuda Pancasila untuk coba dihafalkan kembali. Kamu?
Hari kebangkitan nasional jatuh esok hari, saya takut besok adalah kesempatan terakhir memperingati kebangkitan nasional.
Thomas-Uber kalah, rakyat tercekik harga, biaya pendidikan semakin mahal, bisa-bisa suatu hari nanti ada hari khusus untuk memperingati keterpurukan nasional.
Hari keterpurukan nasional, benderanya setengah tiang.
Tags: Uncategorized
Review film
The Bucket List (Jack Nicholson, Morgan Freeman, 2007)
Highly
recommended!
Film ini bercerita tentang persahabatan antara dua tokoh yang sebelumnya
tidak mengenal satu sama lain sampai keduanya harus berbagi kamar di sebuah
rumah sakit. Chamber, yang diperankan oleh Morgan Freeman adalah seorang montir mobil yang memiliki kehidupan keluarga yang harmonis, istri yang setia dan anak-anak yang sangat memperhatikan orang tuanya. Edward, teman sekamarnya, diperankan oleh Jack Nicholson. Dia adalah pemilik dari rumah sakit itu , yang lucunya harus dirawat bersama pasien lain (Chamber) karena rumah sakit miliknya punya kebijakan tidak menyediakan kamar single bed bagi pasien dengan alasan mengejar efisiensi. Meskipun kaya raya dan menjadi pemilik puluhan perusahaan dia tidak memiliki kehidupan lain selain bisnis, tidak berkeluarga dan tidak pernah sekalipun dijenguk oleh keluarganya ketika sakit. Karakternya digambarkan memiliki determinasi tinggi, arogan dan eksentrik. Jauh berbeda dengan Chamber yang memiliki pembawaan tenang, religius dan bijaksana. Latar belakang kehidupan dua karakter tersebut sangat
kontras. Hanya ada satu kesamaan dari keduanya, dokter telah memvonis bahwa sisa usia mereka berdua tidak akan lebih dari satu tahun dikarenakan kanker dan tumor otak yang menyerang kedua pria lanjut usia itu.
Cerita berawal ketika Chamber tidak sengaja membuang secarik kertas di lantai kamar perawatan mereka. Kertas itu kemudian diambil oleh Edward yang kemudian penasaran apa maksud dari Chamber menulis daftar tersebut (bucket list). Dijelaskan oleh Chamber bahwa daftar itu adalah daftar keinginannya sebelum mati, antara lain ngebut pakai ford mustang GT, menolong orang tak dikenal untuk bertemu tuhan, tertawa sepuas-puasnya, menyaksikan suatu keajaiban, safari ke himalaya, india, mesir, afrika, china dan sederet keinginan lain yang menunggu untuk diwujudkan. Edward yang sangat antusias dengan daftar keinginan Chamber (kemudian mereka menamakannya the bucket list) berinisiatif mengajak sahabat barunya itu untuk mewujudkan keinginan-keinginan yang belum terpenuhi dalam hidup. Edward juga berinisiatif menambahkan beberapa keinginan dalam daftar tersebut, antara lain mencoba skydiving dan mencium cewek tercantik didunia.
Kedua pria yang memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda ini kemudian terlibat dalam petualangan-petualangan seru dan unik, antusiasme keduanya dalam menikmati setiap detik dari sisa usia sangat terlihat nyata dan menggugah. Kebut-kebutan disirkuit, safari dan berkemah di afrika, apapun dalam daftar itu dapat diwujudkan oleh Edward karena kekayaannya seakan tidak pernah habis. Konflik dimulai ketika Chamber bekerjasama dengan asisten Edward untuk membawanya (Edward) kerumah anak perempuan Edward yang sudah dilupakan bertahun-tahun. Edward tersinggung karena merasa Chamber mulai terlibat terlalu dalam dalam kehidupan pribadinya. Petualangan dua sahabat itu berakhir ketika Edward menyobek bucket list dengan penuh amarah.
Kedua lelaki tua itu kembali pada ritme kehidupan mereka semula. Edward kembali ke rumahnya yang luas, menghabiskan waktu bersama gadis-gadis muda, memimpin rapat perusahaan, kembali ke kehidupannya yang prestisius, namun hampa. Chamber kembali ketengah-tengah keluarganya, berkumpul bersama menikmati kehangatan makan malam bersama istri, anak dan cucu yang sangat menyayangi. Hingga pada suatu saat, Edward menerima kabar dari istri Chamber bahwa sahabatnya berpetualang saat ini terkapar tak berdaya dan harus menjalani operasi pengangkatan tumor otak.
Ketika dijenguk Edward, Chamber yang telah siuman memaksa sahabatnya membaca secarik kertas. Kertas tersebut berisi informasi mengenai biji kopi luwak minuman favorit kebanggaan Edward. Edward si penggemar kopi luwak terperangah saat mengetahui bahwa kopi kebanggaannya ternyata berasal dari kotoran binatang. Keduanya spontan tertawa terbahak-bahak. Momen yang mengesankan, ancaman kematian ternyata tidak menghentikan selera humor. Tidak lama setelah itu, Chamber meninggal, operasi yang dijalankan tidak sanggup menyelamatkan nyawanya.
Pada saat sahabatnya menjalani operasi, Edward memenuhi keinginan Chamber yang ingin dia (Edward) bertemu kembali dengan anaknya. Edward memberanikan diri untuk datang kerumah anak perempuannya yang bertahun tahun diacuhkan. Hal yang ditakutkan Edward bahwa anaknya akan menolak kehadirannya ternyata tidak terbukti. Dia diterima dengan penuh kelapangan hati oleh sang anak.
Tidak beberapa lama setelah meninggalnya Chamber, sang sahabat kemudian ikut menyusul ke alam baka. Keduanya memilih untuk diperabukan sesuai dengan kesepakatan yang mereka buat di puncak piramid mesir. Abu mereka ditempatkan dalam kaleng kopi luwak. Abu jenazah Chamber terlebih dahulu dikirim ke puncak tertinggi Himalaya, menyusul kemudian abu jenazah Edward yang meninggal kemudian. Keduanya akhirnya dapat sampai ke puncak tertinggi himalaya, keinginan terakhir dalam bucket list sudah dipenuhi. Bucket list yang berhasil diselesaikan turut disimpan bersama kaleng abu mereka. Dramatis sekali bukan? Masih banyak sekali hal-hal menarik dalam film ini yang belum saya ceritakan.
Cerita yang menyentuh, tonton saja sendiri kalo gak percaya. Saya aja terharu, apa lagi kalian pria wanita sensitif dan mudah tersentuh hatinya. Segera kunjungi lapak DVD bajakan terdekat.
(If you pursue happiness, it will elude you. But if you focus on your family, your friends, the needs of others, your work and doing the very best you can, happiness will find you)
Tags: Uncategorized