Adika fajar isn’t the most popular kid in school. Or the brightest. Or the most athletic.

Terlalu idealis apa goblok?

March 25, 2008 · 3 Comments

dear all, ada beberapa hal yang awalnya sungkan untuk ditulis diblog ini karena saya anggap terlalu sensitif. Akan tetapi karena ada saran (sekaligus pendorong) untukĀ  menjelaskan duduk permasalahan secara lengkap, maka posting ini saya susun ulang secara lebih mendetail dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada individu dan perusahaan yang disebut.
Beberapa hari yang lalu saya menerima panggilan kerja dari Mitsubishi Corporation untuk menempati posisi staf di divisi machinery. Dalam email, disebutkan bahwa klien yang akan saya kelola adalah Pertamina dalam proyek join co-op proyek LNG antara Mitsubishi-Medco-dan Pertamina.

Ditawarkan posisi sebagai staf permanen dengan basic salary ^ juta yang bagi saya sangat fantastis untuk seorang bocah ingusan baru lulus yang nggak tahu apa-apa seperti saya. Melalui balasan email, saya menyanggupi jadwal tes pada hari selasa lalu. Tes yang dilakukan meliputi tes translasi dokumen (english to bahasa), tes kemampuan hitung, tes psikologi+esay. Alhamdulillah semua prosedur itu bisa saya lalui. Tes demi tes udah dilewati, tinggal tahap akhir yaitu interview dengan si bos dari Jepang, eh saya dengan mantapnya milih pulang.

Melengos kabur begitu saja. Alasannya simpel, saya tidak suka dengan gestur, sikap dan cara staf lokal berinteraksi dengan kami, para peserta tes yang berjumlah 7 orang. Kesannya meremehkan, dingin dan kaku. Sebelumnya tes sempat molor dari awalnya dijanjikan mulai jam 08.30 ternyata dimulai jam 09.30 karena Staf HRD-nya telat, alasan sih ada rapat pagi. Setelah selesai tes pada jam 11, 10 menit kemudian diumumkan peserta yang lolos. Alhamdulillah nama saya masuk.

selanjutnya diumumkan kepada kami untuk menunggu sampai jam setengah dua karena harus menunggu calon bos yang datang langsung dari jepang selesai makan siang. Saya mulai muak dengan mereka. Tidak tepat waktu, nggak ramah, selanjutnya menyuruh kami menunggu dua setengah jam hingga si bos selesai makan siang.

..dan akhirnya saya melangkah pergi.

Ketika sudah sampai pelataran BEI saya ditelpon oleh HRD. Mbak HRD setengah ngomel ditelpon, kata dia kesempatan ini nggak datang dua kali lho pak. Auk ah..maap ya mbak.

..ya Allah SWT maafkan hambamu ini yang dengan naifnya menjauhkan diri dari kesempatan dapat pekerjaan. Entah kenapa kaki ini bergerak begitu saja menjauhi kantor itu, semoga hal tersebut adalah petunjuk dari-Mu. Amiin.
(btw hari ini ketemu sohib lama setelah setahun lamanya tidak berjumpah, kebetulan kantor dia di tower 2 gedung yang sama. Eh wince kalo kamu baca ini thanks yaa untuk traktiran es teh manisnya)

Categories: Uncategorized



3 responses so far ↓

  •   Muhammad Hafidh // Mar 28th 2008 at 11:25 am

    lha mana idealisme-nya, kok gak ada penjelasannya? yg ada kok cuman gobloknya (Kesempatan kerja (dengan fulus) yang sangaaaat menggiurkan dari penguasa lantai 25 BEI dibiarkan begitu saja berlalu). Terus gimana kasih komentar kalo gak berimbang begini?
    Tapi tidak mengapa-lah. Tiap orang pasti punya alasan untuk menjalani tiap fase dari kehidupannya. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan hidup kepada kita semua. Amiin…!!!

  •   adika // Mar 28th 2008 at 8:47 pm

    iya bener mas, posting awal memang lebih banyak faktor gobloknya. thanks

  •   camel // Jul 27th 2008 at 6:09 pm

    no comment!
    tp ada cerita senada yg datang dari adekku dalam tahun2 ini.
    gara2 SATPAM-nya aja gak ramah, dia melengos pergi sebelum saat interview.
    6 jt lumayan tuh, kerjaan ane aja saat ini kl ditotal blom ada 4 jt perbulan.
    moga aja ente dapet yg lebih gede lagi dr 6 jeti ndok hehehe
    aamiin laaaah.

Leave a Comment