Adika fajar isn’t the most popular kid in school. Or the brightest. Or the most athletic.

“Sebutkan para pemenang nobel ekonomi tahun 2007 dan sebutkan hasil karyanya”.

March 30, 2008 · No Comments

Pertanyaan tersebut pernah muncul sebagai pertanyaan bonus dalam ujian manajemen investasi. Saat itu saya sukses tidak menjawab. Baru setelah ujian dan googling sebentar, saya terkesima dengan pemaparan tentang teori tersebut.

Desain mekanisme. Teori tersebut menyatakan bahwa kebebasan pasar (definisi Adam Smith) tidak terjadi begitu saja tetapi harus dibuat institusinya, harus didesain mekanismenya termasuk juga aturan mengenai insentif. Teori Desain Mekanisme menekankan pentingnya insentif serta mengingatkan bahwa imbauan moral untuk berbuat jujur dalam hubungan akan sulit berjalan. Hari ini saya mencoba mengangkat topik tersebut dalam masalah kehidupan sehari-hari: Kehidupan cinta.

Bayangkan, bahwa wanita dan pria adalah dua institusi yang berbeda dan mau tak mau nantinya akan dipersatukan dalam skenario merger (baca: pernikahan). Pernikahan itu lebih rapuh dari merger/akuisisi dua perusahaan, banyak pernikahan yang berakhir dengan alasan bahwa pasangan dia selama ini bukan yang sebenarnya dia inginkan. Tidak pernah ada perusahaan yang merger lalu memutuskan untuk berpisah karena alasan tidak cocok, pernah ada kasus?

Selama ini selalu dikatakan bahwa jodoh adalah orang yang harus menerima kita apa adanya. Pertanyaannya seberapa baik orang mampu jujur ketika tidak atau belum mampu untuk menilai dirinya sendiri, atau si penilai sendiri tidak tahu poin-poin mana yang sangat krusial untuk dievaluasi. Ketika dihadapkan pada persoalan ini tentunya banyak sekali yang bisa ditilik dari cara perusahaan  menyiapkan penggabungan. Mereka menilai 360 derajat, mengevaluasi kelayakan, membicarakan insentif-insentif, mendesain kebijakan-kebijakan pengelolaan dan sistem koordinasi, yang kesemuanya mendorong tiap pihak secara terbuka mengatakan apa yang diinginkan.

Mekanisme keterbukaan dan membicarakan insentif secara gamblang. Sebuah mekanisme yang baik harus menjamin bahwa semua pihak (wanita atau pria) memang punya insentif rasional untuk jujur dalam menyatakan atau berperilaku yang sebenarnya. Untuk kasus-kasus di mana informasi itu bersifat pribadi, misalnya penilaian terhadap seorang pria yang hobi makan pakai tangan di mata wanita, bentuk-bentuk pasar (perjodohan) yang standar tidak mungkin menjamin adanya efisiensi (baca: cepat dapat jodoh).

Makan pakai tangan (ditambah lagi memainkan nasi ditangan layaknya bikin perkedel) seringkali dianggap tidak sopan. ada yang memandang hal itu biasa saja, tapi mungkin ada wanita yang suka lakinya makan pakai tangan dan mulut
belepotan, disisi lain tidak menutup kemungkinan ada juga yang sangat benci sehingga memberi kesan negatif pada pria dengan perilaku tersebut. Ini sebuah
tantangan, sebuah efisiensi dalam pasar perjodohan adalah ketika pria yang doyan makan pake tangan tidak membutuhkan waktu yang terlampau lama untuk bertemu dengan wanita yang napsu kalo liat seorang pria makan pake tangan trus mulutnya belepotan. Bagaimana mekanismenya? Entah, kengawuran saya tidak sampai kesitu.

Btw, ini ada bonus kutipan menarik yang saya dapat dari blog diskusi ekonomi.com:

Daripada bermimpi, lebih baik kaum muda Indonesia bekerja dengan sebaik-baiknya, berpikir sedikit lebih jernih dan tertata, terbuka terhadap perubahan, berani berbeda pendapat, dan menyebar dalam berbagai pandangan. Demokrasi yang sehat tidak menawarkan pandangan yang seragam dan final, tetapi sebuah proses yang tidak pernah berhenti, dan membuka peluang untuk koreksi kesalahan tanpa lewat paksaan dan kekerasan.

Categories: Uncategorized



0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below..

Leave a Comment