Adika fajar isn’t the most popular kid in school. Or the brightest. Or the most athletic.

ilmu yang terserak di al-quran

October 26, 2007 · No Comments

Arti Dari Bahasanya

Mengaji
berasal dari kata dasar Kaji. Artinya, menganalisis (bukan duburisis)
secara menyuluruh dari segala aspek. Tapi apa yang kita lakukan
sekarang? Kita hanya membaca Qur’an. Bukan meng-kaji Qur’an. Gua bisa
bilang gini karena 99% umat islam non-arab yang gak bisa bahasa arab,
hanya baca Qur’an tanpa baca artinya.

Abis amin, udah selesai.

Ada rasa lega di dalam hati. Bagus.

Ada rasa dekat dengan Allah. Bagus.

Ada pahala yang  didapat. Bagus.

Tapi seharusnya kita bisa dapat lebih dari itu jika berusaha lebih.
Baca lah artinya dan kita aka tahu apa yang Allah firmankan pada kita.
Bacalah artinya dan kita akan menemukan banyak ilmu di dalamnya.

Contoh betapa memalukannya umat islam karena kita hanya baca Qur’an dan tidak memng-kaji Qur’an.

Poligami

kita
umat Islam tahu Allah membolehkan poligami tapi tidak mengerti kenapa
dibolehkan. Allah menurunkan ayat untuk berploigami hanya setelah
perang badar di tahun 600 AD. Saat itu banyak janda perang yang tidak
terurus dan saat itu hukum budaya Arab adalah ketika suami meninggal,
hartanya pergi ke keluara suami dan sang janda beranak 4 itu tidak
dapat apa-apa.

Nabi sendiri selalu monogamis dengan istri
pertamanya sampai dia meninggal. Nabi hanya berpoligami setelah ayat
itu turun dan memberi contoh pada umatnya untuk mengambil janda perang.
Dia juga menggunakan poligami untuk tujuan politik saja. Dengan
mengawini anak-anak kepala suku, situasi jadi stabil karena semua
kepala suku tidak akan berani berperang melawannya. Ini memberikan dia
waktu untuk mengajarkan ajarannya.

Kemudian ada pertanyaan,
"Kalo kasian sama janda perang, kenapa gak disantuni aja, kenapa boleh
dinikahi? Karena setiap manusia memiliki harga diri. Kita gak mungkin
mengasihani janda seumur hidup. Janda juga manusia yang memiliki hak
mencintai dan dicintai. Hak untuk merasa dan menjalani hidup. Ini susah
dilakukan di tempat perang di mana banyak pria meninggal dan demografi
gak seimbang, Thus, boleh poligami. Bayangkan kalau kita jadi janda di
Iraq. Laki-laki gak ada udah abis. Mungkin mereka bisa single parent
tapi tetep aja hampa gak ada cinta.

Gua sendiri gak setuju
dengan poligami di Indonesia. Kita gak perang, gak kurang laki, thus,
gak perlu poligami. Kalo Aa Gym dan pelaku poligami lainnya di
Indonesia, memang benar mau poligami demi ibadah, mestinya mereka dan
istrinya pergi ke Afganishtan, cari janda perang dan nikahi janda itu.
Itu lah berpoligami yang benar.

Semua ini ada di Qur’an tapi
kita gak tahu. Kenapa? Karena kita gak bisa baca arab kuno. Kita hanya
baca Qur’an tanpa meng-kaji artinya. Di saat kita gak kaji, pesan
terhambat. Bagaimana kita bisa meng-kaji sesuatu kalau artinya gak kita baca?

Bagaimana
kita bisa mengerti apa yang Allah berusaha pesankan pada kita kalau
kita gak ngerti bahasa arab dan gak beusaha membaca artinya? Umur gua
29 tahun dan baru di tahun 2007 lah gua berikrar, gua gak mau baca
Qur’an kalau gak baca artinya.

Membaca Quran bagus, granted. Dapet pahala, granted. Tapi kalo gak baca artinya tetep aja pesan Allah terhambat di translasi yang gua gak baca.

Arti Dari Konsepnya
Santri
jaman sekarang sepertinya gak kalah dengan santri jaman sekarang.
Sama-sama hafal Quran. Lantas kenapa santri Andalusia jaman dulu bisa
memecahkan trogonomteri untuk mengonstruk bangunan sedang santri
indonesia jaman sekarang belum tentu tau apa arti trigonomteri.
Sedangkan mahasiswa ITB yang hafal trigonometri belum tentu hafal Quran.

Kenapa?

Ini karena jaman dulu, Al-Quran memiliki 2 fungsi:
- Rujukan agama
- Rujukan pengetahuan

Kita
jaman sekarang telah dengan bodohnya berhasil memisahkan keduanya. Mau
tau agama? Ada ratusa ribun bedah Qur’an di mesjid se Indonesia. Mau
belajar advance physics- sekarang gua tanya, waktu mau ujian
trogonometri dulu, pada buka Qur’an? See?

Salah kita sendiri gua rasa yang menempatkan Qur’a sebagai tool agama dan bukan tool untuk science.

Science dalam Al-quran ada 2 macam:
1. Tersurat. Ini artinya Allah bener-bener jelasin.
2. Tersirat. Allah menyiatkan saja dan menuntut umatnya membedah lebih lanjut.

Contoh:
babi haram. Semua tahu, di Qur’an ada. Tapi kalo orang lain tanya
kenapa haram, kita bengong. kemudian orangitu akan tanya: kenapa kita
menjalani sesuatu yang kita sendiri gak tau kenapa.

Bikin malu umat sendiri.

Seorang
profesor di Egypt sudah memecahkan ini. Babi adalah satu-satunya
mamalia yang memiliki ginjal tidak sempurna. Darah kotor mamalia berisi
urea yang beracun. Urea ini oleh ginjal mamalia disaring 98%. ZDalam
tubuh babi however, regrettably kebalikannya. Ginjal babi hanya
menyaring 2% urea. Artinya 98% urea dalam darah tetap dalam darah dan
terseap ke dagingnya.

Bukankah darah kotor bisa dikeluarkan melalui penyembelihan di leher?

Ya, tapi sayangnya lagi, babi adalah satu-satunya mamalia yang tidak memiliki leher.

Yah itu sedikit uneg-uneg gua akan kehidupan sosial dan spiritual kita.

Tidak
adanya kesadaran dari kita untuk membaca arti dri pesan-pesan Allah
telah mereduce kita sendiri menjadi umat yang mengikuti larangan tanpa
tau kenapa
.

Kaji lah Qur’an.

Baca lah artinya.

(..diambil dari blog orang lain..)

Categories: Uncategorized



0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below..

Leave a Comment