Adika fajar isn’t the most popular kid in school. Or the brightest. Or the most athletic.

Dalam kehidupan ini setiap orang adalah guru di setiap perjalanan hidup kita

March 23, 2007 · No Comments

Aku punya seorang sahabat yang tak pernah habis-habisnya memberi inspirasi
hingga hari ini. Namanya tidak perlu disebutkan karena dia pasti akan protes
kenapa aku menulis ini-atau dia akan besar kepala?..entah.., sahabat yang satu
ini adalah kunci yang membukakan mata hatiku pada beberapa prinsip hidup yang baik dan
keteladanan yang patut ditiru.

Sahabat yang kuteladani ini berasal dari keluarga sederhana yang bermukim di suatu  desa di daerah Mojokerto. Bapaknya yang (kelihatannya) galak dan ibunya yang ramah pernah kusalami saat
kami ramai-ramai berkunjung kedesanya. Keluarganya hidup dari penghasilan kebun yang dimiliki oleh sang bapak.  Kebun tebu yang berada disebelah rumah
mereka terbukti mampu menghasilkan seorang sarjana ekonomi.

Sahabatku ini tergolong anak yang cerdas-terbukti dengan catatan sebagai
pemegang nilai IPK tertinggi saat kelulusan, dia selalu bersemangat belajar,
selalu berusaha duduk didepan-dan aku selalu ingin duduk dibelakang-alhasil
kami berkompromi dengan duduk dideretan tengah, dia selalu mendorong teman2nya
untuk rajin membuka buku dan ikut belajar bersamanya, dan disaat musim ujian
dia paling suka membuka pintu kamar kosnya hingga malam hari hanya sekedar
untuk menunggu jika ada teman yang ingin bertanya masalah pelajaran ataupun
hal-hal lain. Selain hari-hari  itu dia selalu tidur jam delapan malam dan
bangun pagi-pagi sekali hanya untuk belajar. Dari berjam-jam obrolan
panjang kami, ada satu kalimat darinya yang selalu kuingat: "Sebaik-baik
manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi yang lain, lek kowe
wis ono manfaat’e dik?
"

Selain diruang kuliah, aku juga biasa menemuinya dimasjid ketika datang waktu
sholat. Dia tak pernah bosan mengajakku sholat berjamaah saat azan
berkumandang. Setiap kemalasanku datang, dia selalu menghampiriku dan
mengajakku mengambil air wudhu. Aku selalu bertanya kepadanya pertanyaan
pertanyaan mulai dari yang dangkal hingga berat mengenai masalah akidah dan
agama..entah kenapa dia selalu punya jawaban yang meyakinkan atas setiap
pertanyaan itu. Keimanan dan pengetahuan agamanya adalah  suri teladan
bagi anak-anak lain, apalagi buat yang pengetahuan agamanya masih kurang
seperti diriku. Suatu saat aku pernah merasa malu saat datang kekosnya saat tengah malam dan ada
secarik kertas tertempel di pintu kamarnya bertuliskan :LAGI KE MUSHOLLA. Padahal hari itu aku absen sholat magrib hanya
karena buru-buru menjemput (mantan) pacar yang entah kemana sekarang.


Disaat aku mengalami masalah dan
orang-orang mulai menjauh, dia selalu berada dibelakangku untuk membantuku
berdiri lagi dan mengembalikan kepercayaan diriku. Kadang kala aku merasa sakit hati karena dia adalah kritikus yang
paling blak-blakan dan kelugasan itu kadangkala terlalu pahit untuk kudengar-meskipun hal itu benar. Disisi lain dia adalah pemberi maaf yang ikhlas. Kepercayaan dibangun dari bertumpuk-tumpuk kejujuran dan prinsip
keterbukaan, dan dia berhasil membangun kepercayaanku untuk membagi
rahasia yang paling detil sekalipun.

Waktu terus berjalan dan hidup harus selalu berubah, aku masih mencari keteladanan dari orang-orang yang berada disekitarku.

(Bono and Edge of U2)

Bono_edge

Categories: Uncategorized



0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below..

Leave a Comment