Adika fajar isn’t the most popular kid in school. Or the brightest. Or the most athletic.

rayap adalah musuh bagi dunia pendidikan

August 20, 2006 · No Comments

21 agustus 06

kemarin habis
beres-beres gudang. Ternyata kehadiranku digudang mengganggu bapak rayap, ibu
rayap, dan anak-anak rayap yang berpesta pora memakan habis buku kuliahku. Yang
tersisa cuman anggaran perusahaan, marketingnya kotler, manajemen bank,
pemasaran strategis, lainnya rontok dimakan rayap. Mo nangis malu..tapi kecewa
juga mengingat betapa berharganya buku-buku dan catatan itu, manuskrip agung
dari jaman kejayaan sang pangeran endok yang pernah menimba ilmu di kerajaan
airlangga (wek juhh..).

Diantara
rongsokan buku itu ada sekumpulan kertas yang selamat karena terbungkus plastik.
Kubuka dan kubaca..lalu ketawa..kemudian mencret (yang terakhir enggak..):
kertas kertas itu adalah puisi-puisi ancur aneh bin ajaib yang diciptakan
teman-temanku semasa SMU yang masih tersimpan. Gila..sangat puitis dan
menyentuh kalbu. Terima kasih untuk agung a.k.a Condom a.k.a. boim a.k.a
lonyet, kontributor terbesar untuk kumpulan puisi ini, teman sebangkuku yang
memiliki cita-cita diperkosa dian sastro.

Nih gue tulis
ulang di blog untuk yang lagi iseng daripada ngupil gak jelas mending ikutan
mbaca:

Categories: Uncategorized



0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below..

Leave a Comment